
Bojonegoro – Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam menciptakan pembelajaran yang menarik bagi anak usia dini. Hal tersebut menjadi perhatian Umi Maftukah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI), melalui penelitian berjudul “Pengaruh Penggunaan Aplikasi Permainan Digital Secil terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Jawa Anak Usia 5–6 Tahun di TK Dharma Wanita Mojoranu Bojonegoro.”
Penelitian dengan NIM 240304011 tersebut mengangkat penggunaan aplikasi permainan digital Secil sebagai media pembelajaran untuk membantu anak mengenal dan menguasai kosakata Bahasa Jawa. Pemanfaatan permainan digital diharapkan dapat menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga anak lebih tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran.
Dalam penelitian ini, penggunaan aplikasi Secil diarahkan sebagai salah satu alternatif media yang dapat mendukung pengenalan kosakata Bahasa Jawa kepada anak usia 5–6 tahun. Melalui pendekatan berbasis permainan, anak dapat belajar sambil bermain dengan pengalaman yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini.
Kaprodi PIAUD UNUGIRI, Ahmad Farid Ustman, mengapresiasi penelitian yang dilakukan Umi Maftukah. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAUD perlu tetap diarahkan pada kebutuhan dan karakteristik perkembangan anak.
“Penelitian ini menarik karena menggabungkan pembelajaran Bahasa Jawa dengan media digital yang dekat dengan dunia anak. Inovasi seperti ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan tetap sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini,” ungkap Ahmad Farid Usman.
Sementara itu, Umi Maftukah menyampaikan bahwa penelitian ini berangkat dari ketertarikannya untuk mencari media pembelajaran yang dapat membuat pengenalan kosakata Bahasa Jawa lebih menarik bagi anak.
“Saya berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi guru dalam memilih media pembelajaran yang inovatif untuk mengenalkan Bahasa Jawa kepada anak. Saya juga berharap penggunaan media digital dapat menjadi sarana belajar yang menyenangkan dan membantu anak mengenal lebih banyak kosakata Bahasa Jawa,” tutur Umi.
Penelitian tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PIAUD UNUGIRI dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang memadukan teknologi digital dan pelestarian Bahasa Jawa. Kehadiran media permainan digital diharapkan tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan bahasa daerah kepada anak sejak usia dini.
