
Bojonegoro – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) mengikuti hari kelima International Educational Knowledge Sharing Programme dalam rangkaian Inbound Mobility Programme 2026 to Faculty of Education, Universiti Islam Selangor (UIS), Jumat (14/8/2026).
Kegiatan berlangsung secara daring melalui Microsoft Teams pukul 09.00–11.00 waktu Malaysia. Pada hari kelima, peserta mengikuti tiga materi yang membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penilaian, pemahaman diri, serta peran guru dalam mendukung kesehatan mental peserta didik.
Materi pertama bertajuk “Meneroka Potensi AI dalam Pentaksiran” disampaikan oleh Tuan Ahmad Humaizi, Deputy Director, Centre for Graduate Studies, Sultan Hassanal Bolkiah Institute of Education, Universiti Brunei Darussalam, Brunei. Materi ini membahas potensi AI dalam mendukung proses penilaian di bidang pendidikan. Pemanfaatan AI dinilai membuka peluang untuk membantu proses penilaian sekaligus menuntut penggunaannya secara tepat dan bertanggung jawab.
Materi kedua “Konsep Kendiri: Fahami Siapa Kita” disampaikan oleh Madam Shazarina, dosen Fakultas Pendidikan Universiti Islam Selangor (UIS), Malaysia. Pembahasan mengajak peserta memahami konsep diri sebagai bagian penting dalam mengenali diri, membangun kepercayaan diri, serta memahami potensi dan kemampuan yang dimiliki.
Sementara itu, materi ketiga “The Role of Teachers in Supporting Students’ Mental Health” disampaikan oleh Sir Faadhil, M.Psi., dosen Universitas Medan Area, Indonesia. Materi ini membahas pentingnya peran guru dalam memberikan dukungan terhadap kesehatan mental peserta didik. Guru tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran, tetapi juga perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik.
Bagi mahasiswa PIAUD UNUGIRI, ketiga materi tersebut memberikan wawasan yang relevan dengan peran calon pendidik anak usia dini. Selain memahami perkembangan teknologi, mahasiswa perlu mengenali pentingnya pemahaman diri serta kemampuan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik.
Salah satu peserta delegasi PIAUD UNUGIRI, Ica Bella Eka Saputri, mengatakan kegiatan hari kelima memberikan wawasan yang beragam.
“Materi hari ini memberikan wawasan baru bagi kami, terutama tentang pemanfaatan AI, pemahaman diri, dan pentingnya peran guru dalam mendukung peserta didik. Semuanya cukup relevan dengan bidang yang kami pelajari di PIAUD,” ujarnya.
Sementara itu, Kaprodi PIAUD UNUGIRI Ahmad Farid Utsman menilai rangkaian kegiatan Student Mobility UIS memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi mahasiswa.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas wawasan melalui berbagai perspektif pendidikan. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan perannya sebagai calon pendidik,” ungkapnya.
Keikutsertaan mahasiswa PIAUD UNUGIRI pada hari kelima menjadi bagian dari rangkaian International Educational Knowledge Sharing Programme dalam program Inbound Mobility 2026. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman akademik lintas negara sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai teknologi, pemahaman diri, dan peran pendidik dalam mendukung perkembangan peserta didik.
