
Bojonegoro, 11 Agustus 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro kembali menghadirkan inovasi pembelajaran melalui penelitian skripsi yang berfokus pada pengembangan kemampuan keagamaan anak usia dini.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Ainur Rohmah (NIM 220301040) dengan judul “Pengaruh Media Pop-Up Iqro’ Adventure untuk Menstimulasi Membaca Huruf Hijaiyah Anak Usia 4–5 Tahun di RA Manbaul Ulum Campurejo Bojonegoro.”
Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan media Pop-Up “Iqro’ Adventure” sebagai media pembelajaran untuk menstimulasi kemampuan anak usia 4–5 tahun dalam mengenal dan membaca huruf hijaiyah. Media pop-up dirancang dengan tampilan visual dan aktivitas yang menarik sehingga pembelajaran huruf hijaiyah dapat berlangsung secara lebih menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini.
Pengenalan huruf hijaiyah sejak usia dini merupakan bagian penting dalam memberikan fondasi pembelajaran Al-Qur’an. Namun, proses pengenalan tersebut perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan anak agar kegiatan belajar tidak terasa monoton. Melalui media “Iqro’ Adventure”, anak mendapatkan pengalaman belajar dengan memanfaatkan unsur visual dan aktivitas yang lebih interaktif.
Penelitian yang dilaksanakan di RA Manbaul Ulum Campurejo Bojonegoro tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan keilmuan mahasiswa PIAUD dalam menghadirkan alternatif media pembelajaran yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan anak.
Kaprodi PIAUD UNUGIRI, Ahmad Farid Utsman, mengapresiasi penelitian yang dilakukan Ainur Rohmah. Menurutnya, inovasi media pembelajaran sangat dibutuhkan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini.
“Media Pop-Up ‘Iqro’ Adventure’ merupakan inovasi yang menarik karena memadukan unsur visual, aktivitas, dan pembelajaran huruf hijaiyah. Anak usia dini cenderung belajar lebih optimal melalui pengalaman yang konkret, menarik, dan menyenangkan,” ujar Ahmad Farid Utsman.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran keagamaan pada anak usia dini perlu dikemas dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak.
“Pembelajaran membaca huruf hijaiyah tidak harus dilakukan dengan metode yang monoton. Mahasiswa PIAUD perlu terus berinovasi dalam menciptakan media yang dapat membuat anak tertarik belajar sekaligus membantu guru mencapai tujuan pembelajaran,” tambahnya.
Sementara itu, Ainur Rohmah menjelaskan bahwa penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh ketertarikannya untuk menghadirkan media pembelajaran huruf hijaiyah yang lebih menarik dan menyenangkan bagi anak.
“Saya ingin memberikan alternatif media pembelajaran yang dapat membuat anak lebih tertarik dalam mengenal dan membaca huruf hijaiyah. Melalui Pop-Up ‘Iqro’ Adventure’, anak dapat belajar dengan suasana yang lebih menyenangkan dan tidak hanya terpaku pada pembelajaran secara konvensional,” ungkap Ainur.
Menurutnya, penelitian ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami karakteristik anak dan pentingnya penggunaan media yang tepat dalam proses pembelajaran.
“Harapan saya, media ‘Iqro’ Adventure’ dapat memberikan manfaat bagi guru dan lembaga PAUD sebagai salah satu alternatif media untuk menstimulasi kemampuan membaca huruf hijaiyah anak usia 4–5 tahun. Saya juga berharap penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif,” lanjutnya.
Penelitian Ainur Rohmah menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa PIAUD UNUGIRI terus berupaya menghasilkan karya ilmiah yang memiliki nilai praktis bagi dunia pendidikan anak usia dini. Melalui inovasi media pembelajaran, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di lembaga PAUD.
