
Bojonegoro — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) kembali mengikuti International Educational Knowledge Sharing Programme dalam rangkaian Inbound Mobility Programme to Universiti Islam Selangor (UIS), Kamis (13/8/2026).
Kegiatan hari keempat berlangsung secara daring melalui Microsoft Teams pukul 14.00–16.00 waktu Malaysia. Delegasi PIAUD UNUGIRI mengikuti kegiatan bersama peserta dari berbagai institusi dengan menghadirkan tiga pemateri dari Indonesia dan Malaysia.
Tiga materi yang diberikan membahas fitrah anak dalam perspektif Al-Qur’an dan sunnah, agama sebagai sumber moralitas, serta kesiapan individu menghadapi dunia.
Materi pertama bertema “Children’s Fitrah: Qur’anic and Prophetic Perspectives” disampaikan oleh Dr. Tumin, MA, PhD, dosen Department of Islamic Education, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pembahasan menyoroti fitrah sebagai bagian dari sifat dasar manusia, termasuk kaitannya dengan iman dan tauhid.
Peserta juga diajak memahami pentingnya lingkungan dalam menjaga dan mengembangkan fitrah anak. Peran orang tua dan guru menjadi bagian penting karena lingkungan turut membentuk karakter dan perkembangan anak.
Materi kedua, “Religion as a Source of Morality”, disampaikan oleh Ustaz Rif’an Wachid Sumardi, S.Pd., M.Pd., dosen Universitas Madani, Indonesia. Materi ini membahas agama sebagai fondasi moralitas manusia dan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
Pembahasan menekankan bahwa moralitas tidak hanya terlihat dalam tindakan besar, tetapi juga hadir dalam keputusan-keputusan kecil setiap hari. Pengetahuan dan keimanan perlu diwujudkan dalam tindakan serta pembentukan akhlak.
Sementara itu, materi ketiga bertajuk “Think Global, Empower Individual: Becoming an Individual Prepared to Face the World” disampaikan oleh Dr. Noor Shamshinar, dosen Faculty of Education, Universiti Islam Selangor (UIS), Malaysia.
Materi tersebut mengajak peserta mempersiapkan diri menghadapi dunia dengan membangun pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Peserta didorong untuk memiliki integritas, tanggung jawab, ketangguhan, empati, serta kerendahan hati. Selain itu, mahasiswa juga diajak berpikir secara global dan tetap memberikan dampak bagi lingkungan serta masyarakat.
Bagi mahasiswa PIAUD UNUGIRI, ketiga materi tersebut memberikan perspektif yang saling berkaitan, mulai dari memahami fitrah anak, membangun moralitas, hingga mempersiapkan diri menjadi individu yang mampu menghadapi perubahan dunia.
Salah satu peserta perwakilan mahasiswa PIAUD UNUGIRI, Athiatul Maula, mengatakan materi hari keempat memberikan wawasan yang dekat dengan bidang pendidikan anak usia dini.
“Materi hari ini sangat menarik karena membahas fitrah, moralitas, dan bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi dunia. Bagi kami sebagai calon pendidik anak usia dini, pembahasan tentang peran orang tua, guru, dan lingkungan sangat relevan,” ujarnya.
Sementara itu, Kaprodi PIAUD UNUGIRI Ahmad Farid Utsman menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat pendidikan dari perspektif yang lebih luas.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dari berbagai perspektif pendidikan. Semoga pengalaman selama program ini dapat memperkaya wawasan dan membentuk kesiapan mahasiswa sebagai calon pendidik,” ungkapnya.
Keikutsertaan mahasiswa PIAUD UNUGIRI pada hari keempat Student Mobility UIS menjadi bagian dari pengalaman akademik lintas negara. Kegiatan tersebut tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa mengenai pendidikan dan nilai keislaman, tetapi juga mendorong mereka mempersiapkan diri sebagai calon pendidik yang berkarakter dan mampu menghadapi perubahan zaman.
