
Bojonegoro – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) mengikuti International Seminar bertajuk “Transforming Islamic Education through Innovation, Technology, and Sustainable Development” yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah UNUGIRI pada Kamis (30/7/2026) di Auditorium Hasyim Asy’ari Lantai 3, Gedung Rektorat UNUGIRI.
Seminar internasional tersebut dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah UNUGIRI, termasuk mahasiswa PIAUD. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperluas wawasan mengenai transformasi pendidikan Islam melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, dan pembangunan pendidikan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah UNUGIRI, Dr. Hj. Ulfa, M.Pd.I., menyampaikan bahwa seminar internasional ini merupakan langkah Fakultas Tarbiyah dalam memperkuat budaya akademik sekaligus membuka ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan di tingkat internasional.
Sementara itu, Rektor UNUGIRI, KH. Dr. Muhammad Jauharul Maarif, M.Pd.I., menegaskan bahwa transformasi pendidikan harus mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari Indonesia dan Malaysia. Narasumber pertama, Prof. Dr. Agus Zainul Fitri, M.Pd. dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, menjelaskan bahwa transformasi pendidikan Islam membutuhkan kepemimpinan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan serta mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pembelajaran.
“Transformasi pendidikan Islam harus dimulai dari perubahan cara berpikir, kepemimpinan yang visioner, serta kemampuan berinovasi agar lembaga pendidikan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman,” ungkapnya.
Selanjutnya, Prof. Dr. Marzuki, M.Ag. dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memaparkan pentingnya penguatan pendidikan karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Teknologi hanyalah alat, sedangkan karakter adalah fondasi. Pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak, integritas, dan tanggung jawab sosial,” jelasnya.
Adapun narasumber internasional, Prof. Dr. Muhammad Aderi bin Che Noh dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak dapat menggantikan peran guru sebagai pendidik dan pembimbing.
“Guru tidak boleh kehilangan perannya di era digital. Teknologi membantu proses pembelajaran, tetapi sentuhan seorang pendidik sebagai pembimbing, pembina karakter, dan teladan tetap tidak dapat tergantikan,” tuturnya.
Mahasiswa PIAUD UNUGIRI mengikuti seluruh rangkaian seminar dengan antusias, mulai dari penyampaian materi hingga sesi diskusi bersama para narasumber. Kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai tantangan dan peluang pendidikan Islam di era global sekaligus memperkaya perspektif mahasiswa sebagai calon pendidik anak usia dini.
Kaprodi PIAUD UNUGIRI, Ahmad Farid Utsman, S.Pd.I., M.Pd.I., berharap keikutsertaan mahasiswa dalam seminar internasional dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi akademik maupun profesional.
“Seminar seperti ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan belajar langsung dari para pakar. Kami berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menciptakan pembelajaran anak usia dini yang inovatif, adaptif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Melalui keikutsertaan dalam International Seminar ini, mahasiswa PIAUD UNUGIRI diharapkan mampu mengembangkan wawasan global, memperkuat kompetensi sebagai calon pendidik profesional, serta mengimplementasikan berbagai gagasan inovatif dalam pembelajaran anak usia dini di masa mendatang.
