Lestarikan Budaya Lokal Sejak Usia Dini, Mahasiswa PIAUD UNUGIRI Kembangkan Media Puzzle Budaya untuk Anak

Bojonegoro-Starweb_Komitmen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UNUGIRI Bojonegoro dalam melahirkan inovasi pembelajaran kembali diwujudkan melalui karya skripsi mahasiswanya. Liswati (NIM: 240304020) mengembangkan media pembelajaran Puzzle Budaya sebagai sarana mengenalkan keberagaman budaya lokal Bojonegoro kepada anak usia 5–6 tahun.

Penelitian yang berjudul “Pengembangan Media Puzzle Budaya terhadap Kemampuan Mengenal Keberagaman Budaya Lokal Bojonegoro pada Anak Usia 5–6 Tahun di RA TA Al-Hidayah Sumberjokidul, Sukosewu, Bojonegoro” bertujuan menghadirkan media pembelajaran yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Melalui media ini, anak diajak mengenal berbagai kekayaan budaya lokal Bojonegoro dengan cara yang menyenangkan melalui aktivitas bermain sambil belajar.

Media Puzzle Budaya dirancang dengan menampilkan berbagai unsur budaya khas Bojonegoro, seperti kesenian, pakaian adat, tradisi, hingga ikon daerah yang disajikan dalam bentuk permainan puzzle. Selain melatih kemampuan berpikir dan koordinasi motorik, media ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, cinta, dan kepedulian anak terhadap budaya daerahnya sejak usia dini.

Kaprodi PIAUD UNUGIRI, Ahmad Farid Utsman, M.Pd.I., memberikan apresiasi atas inovasi yang dihasilkan dalam penelitian tersebut. Menurutnya, pengenalan budaya lokal merupakan bagian penting dalam pendidikan karakter yang perlu ditanamkan sejak anak berada di jenjang pendidikan usia dini.

“Media Puzzle Budaya menjadi inovasi yang sangat relevan untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada anak dengan cara yang menyenangkan. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi inspirasi bagi guru PAUD dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif sekaligus menumbuhkan kecintaan anak terhadap budaya daerahnya,” ungkap Ahmad Farid Utsman.

Sementara itu, Liswati menjelaskan bahwa pengembangan media ini dilandasi keinginannya untuk membantu guru mengenalkan budaya lokal melalui media yang interaktif dan mudah dipahami oleh anak.

“Saya berharap Puzzle Budaya dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam mengenalkan keberagaman budaya lokal Bojonegoro kepada anak usia dini. Semoga media ini dapat membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih menarik sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sejak dini,” tutur Liswati.

Melalui berbagai penelitian pengembangan yang inovatif, PIAUD UNUGIRI terus mendorong mahasiswanya untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan. Inovasi seperti Puzzle Budaya menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa PIAUD UNUGIRI mampu menghadirkan media pembelajaran yang kreatif, aplikatif, dan berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal melalui pendidikan anak usia dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *