
Bojonegoro – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menggelar kuliah tamu mata kuliah Psikologi Pendidikan dengan tema “Model dan Strategi Pembelajaran Pendidikan Seksual Anak Usia Dini dalam Membangun Kesadaran Perlindungan Diri Anak” pada Jumat (12/6/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dessy Farantika, M.Pd. dari PIAUD UNU Blitar sebagai narasumber. Kuliah tamu ini dimoderatori oleh Roudlotun Nikmah, dosen pengampu mata kuliah Psikologi Pendidikan, serta diikuti oleh mahasiswa Program Studi PIAUD UNUGIRI sebagai peserta. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Program Studi PIAUD UNUGIRI, Siti Labiba Kusna.
Dalam pemaparannya, Dessy Farantika menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada perkembangan kognitif, tetapi juga perlu memperhatikan aspek perlindungan diri anak melalui pendidikan seksual yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
“Pendidikan seksual pada anak usia dini bukan mengajarkan hal-hal yang belum sesuai dengan usia anak, tetapi memberikan pemahaman tentang tubuh, batasan diri, dan cara melindungi diri,” jelas Dessy.
Ia menjelaskan bahwa anak perlu diberikan bekal agar mampu mengenali situasi yang aman maupun tidak aman. Menurutnya, pendidikan seksual sejak dini menjadi langkah preventif untuk membangun kesadaran anak dalam menjaga dirinya.
“Pembelajaran seksual harus segera disampaikan. Anak perlu dikenalkan dengan pemahaman tentang dirinya agar mampu menjaga dan melindungi diri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dessy menekankan bahwa peran guru sangat penting dalam memberikan edukasi yang menyeluruh kepada anak. Guru tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membantu anak memiliki keberanian untuk bersuara ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman.
“Guru perlu mengajarkan bukan tentang kognitif saja, perlu mengajarkan tentang pendidikan seksual untuk melindungi anak. Anak yang terlindung bukan anak yang hanya bisa diawasi, melainkan anak yang bisa berteriak dan melapor,” tegasnya di akhir sesi pemaparan.
Melalui kegiatan kuliah tamu ini, PIAUD UNUGIRI berharap mahasiswa sebagai calon pendidik PAUD memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya pendidikan seksual anak usia dini, sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membangun kesadaran perlindungan diri anak.
