Bojonegoro, 9 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UNUGIRI mengikuti kegiatan praktik drama sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Seni Peran/Bercerita/Berkisah yang diampu oleh Roudlotun Nikmah, M.Si. Kegiatan yang dilaksanakan di Laboratorium PIAUD UNUGIRI ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Dalam praktik tersebut, mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing menampilkan drama dengan tema dan alur cerita yang berbeda. Kelompok pertama mengangkat kisah kehidupan di pasar tradisional. Drama ini menceritakan seorang ibu dan anak yang pergi berbelanja ke pasar. Suasana berubah menjadi tegang ketika dompet sang ibu tiba-tiba hilang. Para pedagang dan pengunjung pasar saling mencurigai dan menuduh satu sama lain sehingga kondisi pasar menjadi ramai. Di tengah kepanikan tersebut, sang anak tetap tenang dan berusaha mencari dompet yang hilang. Berkat ketelitiannya, dompet tersebut akhirnya ditemukan sehingga seluruh tokoh dalam cerita merasa lega dan suasana pasar kembali kondusif.
Sementara itu, kelompok kedua menampilkan drama yang mengisahkan sekelompok siswa yang sedang berdiskusi untuk menentukan tarian yang akan ditampilkan pada acara sekolah. Berbagai pendapat muncul dalam diskusi tersebut. Ada yang mengusulkan tari Jawa, ada yang memilih tari Bali, dan ada pula yang ingin menampilkan tari dari Maluku. Perbedaan pendapat tersebut menjadi bagian menarik dari alur cerita yang menunjukkan keberagaman budaya Indonesia sekaligus pentingnya musyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
Setelah seluruh penampilan selesai, dosen pengampu memberikan evaluasi dan masukan kepada masing-masing kelompok. Beliau menyoroti pentingnya penghayatan karakter melalui ekspresi dan mimik wajah. Menurutnya, beberapa mahasiswa masih kurang maksimal dalam menampilkan emosi tertentu. Misalnya, saat memerankan tokoh yang marah, ekspresi wajah perlu ditunjukkan dengan lebih tegas. Begitu pula ketika memerankan tokoh yang kehilangan sesuatu, raut wajah sedih dan rasa khawatir perlu lebih terlihat agar pesan cerita dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.
Selain memberikan evaluasi terkait seni peran, beliau juga menambahkan penjelasan mengenai teknik menari yang benar serta memperkenalkan filosofi dan makna dari beberapa gerakan tari daerah. Penjelasan tersebut menjadi wawasan tambahan bagi mahasiswa dalam memahami seni pertunjukan secara lebih mendalam.
Kegiatan praktik drama ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi pembelajaran, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berekspresi, kerja sama tim, serta keterampilan komunikasi. Seluruh mahasiswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan kegembiraan, sehingga suasana pembelajaran terasa hidup dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PIAUD UNUGIRI diharapkan semakin terampil dalam memanfaatkan seni peran, bercerita, dan berkisah sebagai media pembelajaran yang kreatif dan edukatif bagi anak usia dini.
