Madura – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) kembali menunjukkan kiprah nyatanya dalam dunia pendidikan. Dua dosen PIAUD UNUGIRI, Endang Puspitasari dan Roudlotun Ni’mah, dipercaya aktif menjalankan tugas sebagai asesor BAN PDM dalam pelaksanaan asesmen sejumlah sekolah di Pulau Madura.

Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa dosen PIAUD UNUGIRI tidak hanya berperan dalam pembelajaran di kampus, tetapi juga hadir langsung dalam agenda strategis peningkatan mutu pendidikan. Tugas sebagai asesor menuntut profesionalitas, ketelitian, integritas, dan kemampuan melihat kualitas sekolah secara utuh, mulai dari tata kelola, proses pembelajaran, hingga budaya mutu yang dibangun lembaga pendidikan.
Bagi Prodi PIAUD UNUGIRI, keterlibatan dua dosennya dalam proses asesmen tersebut merupakan kebanggaan tersendiri. Kehadiran mereka sebagai asesor memperlihatkan bahwa kompetensi akademik yang dimiliki dosen PIAUD UNUGIRI mendapat pengakuan dan kepercayaan pada level yang lebih luas.
Endang Puspitasari menyampaikan bahwa amanah sebagai asesor merupakan pengalaman profesional yang sangat berharga sekaligus ruang untuk melihat lebih dekat dinamika mutu sekolah di lapangan.
“Menjadi asesor BAN PDM adalah tugas yang penuh tanggung jawab. Kami tidak hanya hadir untuk melihat kelengkapan administrasi, tetapi juga membaca komitmen sekolah dalam membangun kualitas. Dari proses ini, saya banyak belajar bahwa setiap lembaga memiliki semangat dan tantangannya sendiri dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu,” ujarnya.
Menurutnya, asesmen harus dilakukan secara objektif dan berintegritas agar hasilnya benar-benar memberi manfaat bagi sekolah. Ia juga menilai bahwa pengalaman turun langsung ke lapangan membuat seorang dosen semakin kaya perspektif, terutama dalam memahami hubungan antara teori pendidikan dan realitas praktik di satuan pendidikan.
Sementara itu, Roudlotun Ni’mah menegaskan bahwa pelaksanaan asesmen di sekolah-sekolah Pulau Madura memberi pengalaman lapangan yang sangat bermakna. Ia melihat bahwa banyak sekolah terus berupaya menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan dengan segala daya yang dimiliki.
“Asesmen ini membuka ruang bagi kami untuk melihat lebih dekat bagaimana sekolah membangun tata kelola, pembelajaran, dan budaya mutu. Di sisi lain, pengalaman ini juga memperkaya wawasan kami sebagai dosen, karena ada banyak realitas lapangan yang bisa menjadi bahan refleksi akademik dan penguatan pembelajaran di kampus,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan perlu terus diperkuat. Menurutnya, keterlibatan dosen dalam proses asesmen menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di berbagai daerah.
Kiprah Endang Puspitasari dan Roudlotun Ni’mah sebagai asesor BAN PDM sekaligus menunjukkan bahwa dosen PIAUD UNUGIRI memiliki peran yang semakin luas dalam pengembangan pendidikan. Tidak hanya mencetak calon pendidik anak usia dini di ruang kelas, tetapi juga ikut terlibat dalam ekosistem penjaminan mutu pendidikan yang lebih besar.
Dengan keterlibatan aktif kedua dosen tersebut, Prodi PIAUD UNUGIRI kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam kerja-kerja akademik yang berdampak. Peran ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika bahwa kontribusi dosen tidak berhenti pada pengajaran, tetapi juga menyentuh penguatan mutu pendidikan secara langsung di lapangan.
Bagi PIAUD UNUGIRI, langkah ini bukan hanya tentang tugas profesi, tetapi juga tentang pengabdian keilmuan. Sebab ketika dosen dipercaya menjadi bagian dari proses penilaian mutu sekolah, pada saat yang sama kampus juga sedang ikut meneguhkan perannya dalam membangun pendidikan yang lebih baik.
