Dosen PIAUD UNUGIRI Bojonegoro Raih Pendanaan Program BIMA 2026 untuk Penguatan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

Bojonegoro – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri. Tiga dosen PIAUD berhasil memperoleh pendanaan dari BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) tahun2026 pada Skema PFR (Penelitian Fundamental/Lanjutan): Masuk dalam skema penelitian dasar/lanjutan untuk mendanai penelitian yang lebih dalam.

Dosen yang berhasil mendapatkan pendanaan tersebut adalah Ahmad Farid Utsman, S.Pd.I., M.Pd.I., Siti Labiba Kusna, S.Pd., M.Pd., dan Anna Prassasty, S.Pd., M.Pd. Mereka mengusung judul penelitian “Pengembangan Model Pembelajaran Digital Cerdas Berbasis Experiential Learning untuk Penguatan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini.”

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran inovatif berbasis digital yang mengintegrasikan pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Model ini dirancang untuk membantu anak usia dini dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai karakter melalui pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.

Ahmad Farid Utsman selaku ketua tim peneliti menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan penguatan pendidikan karakter sejak usia dini. “Melalui model pembelajaran ini, kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tetap menanamkan nilai-nilai karakter pada anak,” ungkapnya.

Siti Labiba Kusna menambahkan bahwa pendekatan experiential learning memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar secara langsung melalui aktivitas nyata. “Anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengalami sendiri proses belajar, sehingga nilai-nilai karakter lebih mudah tertanam,” jelasnya.

Sementara itu, Anna Prassasty menekankan pentingnya kolaborasi antara teknologi dan pendekatan pedagogis yang tepat. “Model pembelajaran digital cerdas ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pendidik PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan anak di era digital,” ujarnya.

Hasil dari penelitian ini nantinya akan diimplementasikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi guru dan lembaga PAUD, sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan penguatan pendidikan karakter anak usia dini.

Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen dosen PIAUD UNUGIRI Bojonegoro dalam mengembangkan inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *