Semarakkan Kreativitas Anak Usia Dini, Mahasiswa Kelompok 2 Asistensi Mengajar PIAUD UNUGIRI Gelar Lomba Mewarnai di RA Muslimat Salafiyah Prambontergayang

Tuban, Starweb – Raut wajah bahagia dan semangat membara terpancar dari puluhan siswa Kelompok Bermain (KB) dan Raudlatul Athfal (RA) Muslimat Salafiyah Prambontergayang. Di halaman sekolah mereka, Minggu pagi itu berubah menjadi kanvas raksasa penuh warna. Asistensi Mengajar PIAUD UNUGIRI Kelompok 2 sukses menggelar Lomba Mewarnai yang diikuti oleh seluruh siswa, sebuah agenda kreatif yang dirancang untuk mengasah bakat seni dan mengembangkan potensi motorik halus anak sejak dini. Sejak pukul 07.30 WIB, halaman kelas yang biasanya sunyi berubah menjadi lautan keceriaan.

Anak-anak dengan perlengkapan mewarnai lengkap—krayon, pensil warna, dan buku gambar—tampak antusias mengambil posisi. Didampingi para mahasiswa Asistensi Mengajar, mereka mulai menuangkan imajinasi liar ke dalam lembar gambar bertema “Lingkungan Impianku”. Salah seorang panitia dari Kelompok 2 Asistensi Mengajar menjelaskan bahwa lomba ini dirancang bukan sekadar ajang kompetisi. “Kami ingin menciptakan ruang ekspresi bebas bagi anak-anak. Di sini mereka belajar memadukan warna, melatih konsentrasi, dan yang terpenting, membangun rasa percaya diri bahwa karya mereka berharga,” ujarnya.

Suasana kondusif dan menyenangkan tercipta berkat pendampingan penuh kehangatan dari para mahasiswa. Sesekali mereka membimbing tangan mungil yang masih kaku memegang krayon, sesekali memberikan pujian yang membuat senyum anak-anak merekah. Setiap goresan warna yang dihasilkan bukan sekadar hiasan di atas kertas, melainkan cerminan dunia imajinasi dan karakter unik masing-masing anak. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran berbasis kreativitas dapat dikemas secara menarik dan bermakna. Anak-anak tidak hanya belajar tentang teori warna, tetapi juga nilai-nilai ketekunan, kesabaran menyelesaikan tugas, serta keberanian menampilkan hasil karya.

“Ini Laboratorium Kreativitas yang Sesungguhnya” Kehadiran kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Asistensi Mengajar Kelompok 4 PIAUD UNUGIRI, Bapak Ahmad Farid Utsman, M.Pd.I. Saat ditemui di sela-sela acara, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan pelaksanaan lomba mewarnai tersebut. *”Saya sangat mengapresiasi kerja keras mahasiswa Kelompok 2 yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sangat baik. Lomba mewarnai bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan laboratorium kreativitas yang sesungguhnya bagi anak usia dini. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan teori perkembangan anak yang mereka pelajari di kampus, tetapi juga belajar membaca kebutuhan riil anak di lapangan. Mereka belajar menjadi fasilitator yang sabar, kreatif, dan peka terhadap potensi unik setiap anak. Ini adalah pengalaman pedagogis yang sangat berharga yang akan membentuk mereka menjadi pendidik PAUD yang profesional dan berhati lembut,”* tutur Bapak Ahmad Farid Utsman dengan penuh bangga. Beliau menambahkan bahwa kegiatan semacam ini sejalan dengan visi Prodi PIAUD UNUGIRI untuk melahirkan guru anak usia dini yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga terampil dalam praktik dan memiliki kepekaan sosial tinggi.

lomba mewarnai ini dirancang tanpa sistem ranking yang kaku. Di akhir acara, setiap peserta mendapatkan penghargaan dan apresiasi atas karya terbaik versi masing-masing. Hal ini dilakukan untuk menanamkan pemahaman bahwa proses berkarya jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir. Kepala KB RA Muslimat Salafiyah Prambontergayang menyambut positif kegiatan ini. “Kami berterima kasih kepada mahasiswa PIAUD UNUGIRI yang telah menghadirkan suasana belajar yang berbeda. Anak-anak sangat senang dan termotivasi. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut,” harapnya. Dengan berakhirnya lomba mewarnai ini, diharapkan akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya akan imajinasi dan kreativitas. Semangat berkarya dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah anak-anak menjadi bukti bahwa pendidikan terbaik adalah yang mampu menyentuh hati dan membebaskan imajinasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *