
Bojonegoro, Starweb– Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) menggelar Pagelaran Menu Sehat untuk Anak Usia Dini pada Rabu (7/1/2026) di Ruang B2 Kampus UNUGIRI. Pagelaran yang diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 1 ini merupakan tugas besar mata kuliah Kesehatan, Keselamatan, dan Nutrisi (KKN).
Acara ini berlangsung meriah dengan memamerkan beragam kreasi menu makanan dan minuman sehat, bergizi seimbang, dan menarik untuk anak usia dini. Mahasiswa tidak hanya menunjukkan pemahaman teori gizi, tetapi juga kreativitas dalam penyajian, termasuk bentuk-bentuk lucu, warna alami dari bahan pangan, serta kemasan yang ramah anak.
Dosen pengampu mata kuliah, Ibu Endang Puspitasari, M.Pd., atau yang akrab disapa Bu Pita, dalam sambutannya memberikan apresiasi sekaligus motivasi mendalam bagi para mahasiswa.
“Pagelaran hari ini bukan sekadar tugas nilai. Ini adalah jejak pertama kalian dalam membangun peradaban sehat dimulai dari generasi terawal. Ingat, tanggung jawab kita besar. Setiap menu sehat yang kalian rancang hari ini, kelak bisa menjadi fondasi tumbuh kembang optimal dan kebahagiaan ratusan anak di masa depan. Jadilah pendidik yang cerdas, yang tak hanya paham kurikulum, tetapi juga paham bahwa nutrisi adalah bahan bakar utama untuk otak dan hati generasi penerus.” – pesan Bu Pita.
Kegiatan ini dinilai sangat aplikatif. Para mahasiswa dituntut untuk mempertimbangkan berbagai aspek selain gizi, seperti keamanan pangan (food safety), porsi sesuai usia, biaya yang terjangkau, serta cara memperkenalkan makanan baru kepada anak.
Salah satu peserta, Zaida (19), mengungkapkan antusiasmenya. “Kami belajar banyak. Dari teori di kelas langsung praktik. Ternyata membuat makanan yang sehat, enak, dan disukai anak itu butuh penelitian dan seni tersendiri. Motivasi dari Bu Pita tadi semakin menyadarkan kami tentang peran penting kami kelak,” ujarnya.
Pagelaran ini juga dihadiri oleh beberapa dosen dari prodi PIAUD dan menjadi ajang evaluasi serta diskusi interaktif tentang perkembangan ilmu gizi anak. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan untuk menyiapkan calon pendidik anak usia dini yang kompeten, kreatif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan dan nutrisi anak didiknya.
