Pembekalan Asistensi Mengajar PIAUD UNUGIRI Sukses Digelar, Bahas Persiapan Observasi hingga Struktur Tim

BOJONEGORO, Starweb – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro telah menyelesaikan rangkaian kegiatan pembekalan Asistensi Mengajar (AM) bagi mahasiswanya. Kegiatan yang merupakan bagian integral dari kurikulum kependidikan ini berlangsung lancar secara hybrid, menggabungkan metode dalam jaringan (DARING) dan luar jaringan (LURING), untuk memastikan pemahaman yang menyeluruh bagi seluruh peserta.

Pembekalan AM diselenggarakan sebagai langkah penting mempersiapkan mahasiswa sebelum melaksanakan praktik mengajar langsung di lapangan, serupa dengan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Fokus utama kegiatan ini adalah membekali calon pendidik dengan pemahaman mendalam tentang karakteristik peserta didik Anak Usia Dini (AUD) serta dinamika di satuan pendidikan.

Koordinator program AM PIAUD UNUGIRI, Dekan Fakultas Tarbiyah, Iu Dr. Ulfa, M.Pd. dalam pemaparannya menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi mitra yang kolaboratif. “Inti dari asistensi mengajar ini adalah membangun kolaborasi aktif dengan guru pamong. Mahasiswa diharapkan terlibat langsung dalam merencanakan, melaksanakan, hingga mengevaluasi proses pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Pendampingan Minggu Ini: Fokus Pada Persiapan Awal yang Konkret

Untuk memastikan mahasiswa siap menjalani tahap awal asistensi, materi pendampingan pekan ini secara khusus menguraikan tiga topik kunci persiapan:

pertama Persiapan Observasi ke Lembaga: Mahasiswa dibekali dengan teknik observasi yang efektif, mulai dari penyusunan panduan observasi, cara mengamati interaksi guru-anak, pengelolaan kelas, hingga analisis lingkungan belajar. Mereka juga diingatkan tentang protokol dan etika selama berada di lembaga mitra.

Kedua Hal-hal yang Harus Dipersiapkan pada Kegiatan Asistensi Mengajar: Pembekalan mencakup penyusunan perangkat mengajar (RPPH/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian) yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan anak, persiapan Alat Peraga Edukatif (APE), serta strategi manajemen kelas untuk AUD. Teknis administrasi seperti jurnal harian dan formulir observasi juga dijelaskan.

ketiga Pembentukan Kepengurusan pada Anggota Asistensi Mengajar: Untuk menunjang koordinasi dan akuntabilitas, dilakukan pembentukan struktur kepanitiaan kecil di setiap kelompok asistensi. Ditunjuklah koordinator kelompok, sekretaris, dan bendahara yang bertanggung jawab atas komunikasi dengan dosen pembimbing, pengumpulan dokumen, dan koordinasi internal tim.

Aspek sikap dan profesionalisme juga mendapat porsi penting dalam pembekalan. Para mahasiswa diingatkan untuk selalu menjaga etika, kedisiplinan, dan citra profesional selama bertugas di sekolah tempat mereka berasistensi. Penekanan ini dimaksudkan agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga menunjukkan perilaku yang sesuai dengan norma profesi keguruan.

Untuk mendukung pengembangan kompetensi secara berkelanjutan, mahasiswa juga dibekali teknik pendokumentasian dan refleksi. Mereka diinstruksikan untuk secara sistematis mendokumentasikan setiap kegiatan mengajar dan observasi. Data dokumentasi ini kemudian wajib dianalisis melalui proses refleksi kritis. “Refleksi pasca-praktik adalah alat utama untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan keterampilan mengajar secara nyata. Dari situlah proses belajar mahasiswa sebagai calon guru benar-benar terasah,” jelas koordinator tersebut.

Dengan dituntaskannya rangkaian pembekalan yang komprehensif ini—mulai dari konsep hingga teknis persiapan dan struktur tim—Prodi PIAUD UNU Giri menyatakan kesiapan mahasiswanya untuk segera diterjunkan ke berbagai satuan PAUD mitra. Diharapkan, pengalaman Asistensi Mengajar ini akan menjadi batu loncatan yang berharga dalam membentuk calon pendidik AUD yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga terampil, reflektif, terorganisir, dan berintegritas tinggi.

Kegiatan ditutup dengan pengarahan teknis lebih lanjut dan sesi tanya jawab interaktif terkait implementasi ketiga topik pendampingan tersebut. Suasana penuh semangat dan kesiapan tampak menyelimuti para peserta yang akan segera memulai peran barunya sebagai calon guru di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *