Peringatan Haul KH. Achwan Affandi: Motivasi dan Keteladanan untuk Prodi PIAUD

Peringatan haul KH. Achwan Affandi, salah satu tokoh pendiri Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI), menjadi momentum reflektif bagi sivitas akademika, khususnya Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar mulai pukul 16.00 WIB di kediaman keluarga KH. Achwan Affandi, dan dihadiri berbagai elemen penting NU dan UNUGIRI.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua BPP UNUGIRI, Rektor UNUGIRI KH. M. Jauharul Ma’arif, Ketua Program Studi PIAUD, jajaran pimpinan kampus, pengurus NU, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.

Rangkaian haul diawali dengan pembacaan Surat Yasin, tahlil, sholawat Nabi, dan dilanjutkan dengan mau’idhah hasanah yang disampaikan oleh KH. Tamam Syaifuddin, Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al Fatimah. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya pendidikan keluarga sebagai fondasi utama peradaban.

Menurut KH. Tamam, anak dan harta harus ditata dengan baik agar tidak menjadi fitnah, sekaligus menjadi amanah yang mendekatkan kepada Allah. Ia juga menegaskan urgensi mendidik anak dengan akhlaqul karimah, karena akhlak merupakan pilar utama keberhasilan pendidikan Islam. Selain itu, ia mengingatkan pesan klasik dari Kitab Ihya’ Ulumuddin, bahwa orang tua dan pendidik harus mendidik anak sesuai dengan masa dan zamannya, agar nilai-nilai Islam tetap relevan dan membumi.

Dalam kesempatan tersebut, putra almarhum KH. Achwan Affandi yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang KRI UNUGIRI menyampaikan sejumlah pemikiran penting sang kiai yang dinilai masih sangat kontekstual hingga saat ini. Salah satu pesan utama adalah dorongan untuk terus melangkah “to the next level”, terutama dalam peningkatan sumber daya manusia yang unggul.

“Semangat peningkatan SDM yang diwariskan beliau tidak hanya untuk perguruan tinggi, tetapi juga bagi para guru RA dan TK di lingkungan NU Bojonegoro. Pendidikan anak usia dini harus menjadi perhatian serius karena di sanalah fondasi generasi masa depan dibangun,” ujarnya.

Pemikiran kedua yang ditekankan KH. Achwan Affandi adalah bahwa perjuangan tidak cukup berhenti pada tataran organisasi, melainkan harus menjadi pandangan hidup. Ber-NU, menurut beliau, adalah laku hidup yang diwujudkan dalam sikap, pengabdian, dan kebermanfaatan yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, KH. Achwan Affandi juga menegaskan bahwa organisasi NU tidak boleh dijadikan alat untuk mencapai kepentingan pribadi atau kelompok. Sebaliknya, NU harus terus disempurnakan kualitas manfaatnya agar benar-benar hadir dan dirasakan oleh masyarakat luas. Nilai inilah yang menjadi teladan penting bagi civitas akademika UNUGIRI, termasuk Prodi PIAUD, dalam mengelola pendidikan sebagai ladang pengabdian.

Bagi Prodi PIAUD UNUGIRI, peringatan haul ini menjadi sumber motivasi untuk terus menguatkan pendidikan Islam anak usia dini yang berorientasi pada pengembangan akhlak, peningkatan kualitas pendidik, serta pengabdian sosial. Keteladanan KH. Achwan Affandi diharapkan mampu menuntun langkah Prodi PIAUD dalam melahirkan pendidik yang tidak hanya profesional, tetapi juga berjiwa pengabdian dan berakar kuat pada nilai-nilai ke-NU-an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *