BOJONEGORO – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Field Work ke Museum Rajekwesi, pada Selasa, 18 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen prodi untuk memperkuat literasi sejarah dan budaya lokal di kalangan mahasiswa.

Belajar tidak harus selalu terbatas di dalam ruang kelas. Prinsip inilah yang diwujudkan oleh para mahasiswa PIAUD UNUGIRI dengan menapaki jejak sejarah Bojonegoro secara langsung melalui kunjungan edukatif ini. Agenda Field Work ini diikuti secara antusias oleh mahasiswa dari semester 1A, 1B, 3A, 3B, 5A, dan 5B.
Kunjungan yang dimulai pukul 12.30 WIB dengan titik temu di Kampus UNUGIRI ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung (hands-on experience) yang tidak ternilai harganya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi aktif menggali kekayaan warisan budaya dan sejarah Kabupaten Bojonegoro.

Koordinator kegiatan menegaskan bahwa agenda ini memiliki beberapa tujuan strategis, di antaranya:
Mengenal Warisan Budaya dan Sejarah Lokal: Memperkenalkan mahasiswa pada bukti-bukti material dan narasi sejarah Bojonegoro yang terpelihara di museum.
Memahami Nilai Edukatif Museum untuk PAUD: Mendorong mahasiswa, sebagai calon pendidik anak usia dini, untuk melihat museum sebagai sumber dan media pembelajaran yang kontekstual dan menarik bagi anak-anak.
Menghubungkan Pembelajaran Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan: Membangun kesadaran akan akar sejarah untuk membentuk karakter dan identitas generasi penerus yang kuat.
“Museum adalah pintu ilmu yang menyatukan generasi. Kami sangat bangga dapat mengajak mahasiswa untuk belajar dari sumber sejarah secara langsung. Pengalaman ini diharapkan dapat menginspirasi mereka untuk menciptakan metode pembelajaran PAUD yang kreatif dan berbasis kearifan lokal,” ujar salah satu dosen pendamping.
Kegiatan Field Work PIAUD UNUGIRI ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah kunjungan biasa, tetapi menjadi langkah nyata dalam membumikan pendidikan yang holistik. Dengan memahami sejarah dan budaya daerahnya sendiri, para calon guru PAUD diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai luhur dan kecintaan pada tanah air kepada anak didik mereka kelak.

