MALANG – Guna memperkuat peran dan relevansi lembaga pendidikan islam anak usia dini (PIAUD) di tengah tantangan zaman, Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PPIAUD) wilayah Jawa Timur, Madura, dan Bali menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil). Acara yang berlangsung pada Selasa, 9 September 2025 di Kampus Universitas Al Qolam Malang ini mengusung tema besar tentang peningkatan kualitas dan inovasi dalam pendidikan PAUD.

Sebagai pembuka rangkaian materi inti, Ketua PPIAUD Jatim-Madura-Bali yang juga Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, hadir untuk memberikan orasi ilmiah dan strategis. Beliau menyampaikan materi bertajuk “Revitalisasi IKMAPISI untuk Penguatan Lembaga PAUD di Era Society 5.0”.
Dalam paparannya yang dinamis, Ketua PPIAUD menerangkan bahwa revitalisasi Ikatan Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (IKMAPISI) bukan sekadar tentang perubahan struktural organisasi, melainkan sebuah gerakan transformatif. Dia menekankan perlunya pendekatan baru yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat era Society 5.0.
“Revitalisasi yang kita maksud adalah upaya menyegarkan kembali visi, mempertajam misi, dan menguatkan kontribusi nyata IKMAPISI sebagai agent of change dan guardian of quality dalam dunia PAUD,” ujarnya di hadapan ratusan peserta musywil.
Beberapa poin kunci yang ia gulirkan antara lain pentingnya integrasi teknologi digital dalam kurikulum yang tetap mempertahankan nilai-nilai humanis dan keislaman. Beliau juga menekankan pada peningkatan kapasitas pendidik dengan menguasai keterampilan abad 21 dan literasi digital sejak di bangku kuliah. Poin lainnya adalah memperkuat jejaring kolaboratif antar lembaga PAUD, pemerintah, dan komunitas, serta mendorong adaptasi dan inovasi dalam metodologi pembelajaran untuk menciptakan metode yang menarik dan efektif bagi generasi alpha.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan bagi organisasi mahasiswa PIAUD. Peserta terlihat antusias menyimak dan aktif dalam sesi tanya jawab.
Sebelum mengakhiri pemaparan, beliau berpesan, “Mahasiswa PIAUD adalah calon pemegang estafet masa depan pendidikan dasar anak-anak kita. Dengan merevitalisasi diri kita sendiri melalui IKMAPISI, kita sedang membangun fondasi yang kokoh untuk melahirkan generasi rabbani yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia di masa depan.”

Musywil PPIAUD Jatim-Madura-Bali ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru yang progresif tetapi juga sebuah peta jalan (roadmap) yang konkret untuk penguatan lembaga PAUD di wilayah tersebut dalam menghadapi tantangan global. ptr
