BOJONEGORO – Komitmen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) dalam menjaga dan memperkuat budaya mutu kembali ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) SPMI Berbasis Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNUGIRI.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026, pukul 09.00 WIB sampai selesai, bertempat di Ruang Meeting Lt. 2 Gedung Rektorat UNUGIRI. Forum ini digelar dalam rangka peningkatan mutu perguruan tinggi sekaligus penguatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan UNUGIRI.
FGD ini diikuti oleh berbagai unsur pimpinan dan unit strategis di lingkungan universitas, mulai dari rektorat, senat, direktorat, lembaga, fakultas, hingga ketua program studi. Kehadiran Prodi PIAUD dalam forum tersebut menunjukkan bahwa penguatan mutu tidak hanya menjadi agenda universitas secara umum, tetapi juga menjadi perhatian serius di tingkat program studi.
Bagi Prodi PIAUD UNUGIRI, partisipasi dalam FGD SPMI memiliki arti yang sangat penting. Forum ini bukan sekadar ruang mendengarkan sosialisasi regulasi, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat pemahaman, menyelaraskan arah kerja, dan meneguhkan kembali komitmen bahwa mutu harus hidup dalam setiap aspek pengelolaan program studi.
Kepala LPM UNUGIRI Saeful Anwar, menegaskan bahwa penguatan implementasi SPMI harus dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan. Menurutnya, seluruh unsur di perguruan tinggi perlu bergerak dalam satu irama untuk membangun budaya mutu yang tidak berhenti pada dokumen formal.
“FGD ini sangat penting untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa mutu adalah tanggung jawab seluruh unit. Sistem Penjaminan Mutu Internal harus dipahami bukan hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai budaya akademik yang harus hidup dan dijalankan secara konsisten,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hadirnya regulasi terbaru melalui Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 perlu dijadikan momentum untuk memperkuat tata kelola akademik, memperjelas arah implementasi mutu, dan mendorong setiap program studi agar semakin siap menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Sementara itu, Kaprodi PIAUD UNUGIRI, Ahmad Farid Utsman, menyambut positif pelaksanaan FGD tersebut. Ia menilai forum ini memberi penguatan penting bagi program studi untuk terus menjaga standar mutu dan membangun sinergi yang lebih kokoh dengan kebijakan universitas.
“Keikutsertaan Prodi PIAUD dalam FGD SPMI ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk terus memperkuat budaya mutu. Bagi kami, mutu bukan hanya sesuatu yang diperiksa pada saat tertentu, tetapi harus menjadi napas dalam pengelolaan program studi, mulai dari pembelajaran, layanan akademik, dokumen mutu, hingga evaluasi berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa forum seperti ini membantu program studi membaca ulang arah kebijakan mutu dengan lebih jernih dan sistematis. Dengan begitu, setiap langkah pengembangan program studi dapat dilakukan secara lebih terukur dan selaras dengan visi kelembagaan.
Suasana FGD berlangsung dinamis dan penuh semangat kolaboratif. Setiap peserta mendapatkan ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi SPMI dalam kerangka regulasi terbaru, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antarunit dalam menjaga kualitas perguruan tinggi.
Melalui keikutsertaan aktif dalam forum ini, Prodi PIAUD Fakultas Tarbiyah UNUGIRI kembali menunjukkan bahwa budaya mutu bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari kerja nyata yang terus dirawat. Komitmen semacam ini menjadi penting, terutama dalam memastikan bahwa program studi terus bergerak maju dengan tata kelola yang kuat, layanan akademik yang berkualitas, dan budaya evaluasi yang sehat.
Bagi PIAUD UNUGIRI, forum mutu seperti ini bukan hanya tentang memahami aturan, tetapi juga tentang meneguhkan arah. Bahwa program studi yang ingin terus berkembang harus berani belajar, berani mengevaluasi, dan berani memperkuat diri dari dalam.
