Bojonegoro, 19 November 2025 – Hall Hasyim Asy’ari di Gedung Rektorat Lantai III Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro tampak riuh dan penuh warna pada hari Rabu lalu. Suasana ceria dan penuh antusiasme itu mewarnai Workshop Finger Painting yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UNUGIRI.
Workshop yang berlangsung meriah ini diikuti secara aktif oleh mahasiswi PIAUD dari berbagai angkatan, yakni kelas 1A, 1B, 3A, 3B, 3 RPL, 5A, dan 5B. Acara ini menghadirkan Kak Eko Priyatno, seorang praktisi seni dan pendidikan anak yang berpengalaman, sebagai tutor utama.
Dalam sambutannya yang membuka acara, Ibu Sekretaris Program Studi PIAUD UNUGIRI, Ibu Siti Labiba Kusna menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap kegiatan ini. Beliau menekankan, “Workshop finger painting ini merupakan bagian integral dari kurikulum kami yang berfokus pada experiential learning. Kami ingin para calon pendidik PAUD tidak hanya paham teori, tetapi juga mahir dan berani bereksplorasi dengan berbagai media seni. Melalui sentuhan jari sendiri, kita belajar memahami dunia anak yang penuh dengan kejutan, imajinasi, dan warna. Saya berharap acara hari ini dapat menyalakan kembali api kreativitas dalam diri masing-masing dan menjadi bekal berharga untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak kita nanti.”

Setelah pembukaan, para peserta langsung terjun bereksplorasi dengan cat dan media lukis. Dengan penuh semangat, mereka mencampur warna, mencetak jari, dan menciptakan beragam gambar imajinatif di atas kanvas. Tawa dan celoteh gembira terdengar sepanjang acara, mencerminkan kegembiraan dalam proses belajar yang menyenangkan ini.
Kak Eko Priyatno dengan sabar membimbing para mahasiswa, memberikan teknik-teknik dasar sekaligus mendorong mereka untuk berani berkreasi tanpa batas. “Finger painting bukan sekadar corat-coret, tetapi sebuah bahasa ekspresi bagi anak. Melalui workshop ini, diharapkan calon pendidik PAUD dapat memahami sensasi dan proses yang dialami anak, sehingga bisa menerapkannya dengan lebih optimal di lapangan nanti,” ujar Kak Eko.

Keberhasilan acara ini juga mendapat apresiasi dari dosen PIAUD UNUGIRI. Mohammad Tsaqibul Fikri, M.Sn., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan kesannya. “Workshop ini sangat luar biasa. Saya melihat energi positif dan kreativitas yang sangat tinggi dari para peserta. Finger painting adalah modal penting bagi guru PAUD untuk mengembangkan motorik halus dan imajinasi anak didik. Melalui experiential learning seperti ini, mahasiswa tidak hanya mendapat teori tetapi juga merasakan langsung pengalaman bernilai seni yang akan mereka tularkan kepada anak-anak.”
Beliau menambahkan, “Atas nama program studi, saya ucapkan terima kasih kepada Kak Eko Priyatno dan semua pihak yang terlibat. Semoga ilmu yang didapat hari ini dapat menjadi bekal berharga untuk mencetak generasi pendidik PAUD yang kreatif dan inspiratif.”
Dengan ditutupnya workshop ini, diharapkan para mahasiswi PIAUD UNUGIRI tidak hanya pulang dengan tangan yang penuh warna, tetapi juga dengan wawasan, pengalaman, dan semangat baru yang akan memperkaya kompetensi mereka sebagai calon pendidik anak usia dini yang unggul di masa depan.

