Bojonegoro, 3 November 2025 – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah, Universitas Nahdlatul Ul’ama UNUGIRI Bojonegoro, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan wawasan global mahasiswanya. Pada Senin, 3 November 2025, puluhan mahasiswi, termasuk para penerima beasiswa Lembaga Penjaminan Pendidikan Daerah (LPPD) Pemprov Jatim, berkesempatan mengikuti kuliah tamu bersama pakar pendidikan internasional, Mr. Hanif bin Ali, dosen dari University Islam Selangor (UIS), Malaysia.

Acara yang bertempat di Ruang Smartclass, Gedung Pascasarjana Lantai 1 UNUGIRI ini, menghadirkan atmosfer akademik yang dinamis dan inspiratif. Kehadiran Mr. Hanif bin Ali menjadi jendela bagi para calon pendidik anak usia dini untuk memahami perspektif dan praktik terbaik pendidikan Islam di kancah regional.
Dalam pemaparannya, Mr. Hanif bin Ali menekankan pentingnya pendekatan yang kreatif dan inovatif dalam mendidik anak usia dini. “Masa kanak-kanak adalah fase emas (golden age) yang menentukan. Seorang pendidik PIAUD tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai Islami dengan metode yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan anak,” ujarnya.
Kuliah tamu ini dianggap sangat strategis, khususnya bagi para mahasiswi penerima beasiswa LPPD Pemprov Jatim. Beasiswa ini tidak hanya berupa bantuan finansial, tetapi juga beban moral untuk menjadi calon pendidik yang unggul dan berdaya saing. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan dapat memacu semangat mereka untuk menyerap ilmu dari sumber yang kredibel dan memiliki wawasan yang lebih luas.
“Sangat membuka wawasan. Ternyata banyak metode pembelajaran di Malaysia yang bisa kita adaptasi dengan konteks dan budaya di Indonesia. Ini sangat memotivasi saya, sebagai penerima beasiswa, untuk belajar lebih giat lagi,” ucap Siti Aisyah, salah satu mahasiswi PIAUD penerima beasiswa LPPD Jatim.
Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya acara ini. Beliau berharap, kolaborasi dengan institusi pendidikan internasional seperti UIS dapat terus ditingkatkan ke depannya. “Ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk membekali mahasiswa, khususnya para penerima beasiswa yang merupakan investasi daerah, dengan kompetensi global. Kami berharap ilmu dari Mr. Hanif dapat diimplementasikan dalam proses belajar mengajar mereka nanti,” tuturnya.

Acara yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Kehadiran Mr. Hanif bin Ali tidak hanya meninggalkan kesan akademis yang mendalam, tetapi juga menjadi bukti nyata upaya UNUGIRI dalam memperkuat jaringannya di tingkat ASEAN untuk kemajuan pendidikan, khususnya di bidang Pendidikan Islam Anak Usia Dini.
