BOJONEGORO – Dalam rangka memperkuat implementasi nilai-nilai moderasi beragama melalui kurikulum akademik, Universitas Nahdlatul Ulama UNUGIRI Bojonegoro menyelenggarakan Rapat Koordinasi Mata Kuliah Ahlussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) bersama Kabid Keagamaan (Moderasi) Direktorat Akademik, Kemahasiswaan, dan Keagamaan. Kegiatan berlangsung di Ruang Smart Class, Gedung Pascasarjana Lantai 1, pada Senin (1/9/2025).
Rapat strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas, mencerminkan komitmen kolektif dalam mengintegrasikan wawasan keislaman yang rahmatan lil alamin ke dalam jantung pendidikan tinggi. Turut hadir para Dekan dan Kaprodi dari seluruh fakultas di lingkungan UNUGIRI, termasuk Bapak Ahmad Farid Utsman, M.Pd.I., Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Agenda utama rapat adalah menyelaraskan dan memperkuat mata kuliah ASWAJA di semua program studi, dengan penekanan pada perspektif moderasi beragama. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional dan visi UNUGIRI sebagai perguruan tinggi nahdliyyah yang mengedepankan Islam yang toleran, damai, dan berkemajuan.
Dalam pemaparannya, perwakilan dari Kabid Keagamaan (Moderasi) menegaskan pentingnya peran mata kuliah ASWAJA sebagai benteng terhadap paham keagamaan yang ekstrem. “Mata kuliah ASWAJA bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi tentang pembentukan karakter dan sikap keberagamaan yang inklusif dan menebar kedamaian. Ini adalah core value dari identitas UNUGIRI,” ujarnya.
Bapak Ahmad Farid Utsman, M.Pd.I., menyampaikan pentingnya pendekatan yang kontekstual. “Untuk prodi seperti PIAUD, nilai-nilai ASWAJA dan moderasi beragama harus diintegrasikan dengan metode yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, seperti melalui kisah keteladanan, permainan, dan nilai-nilai akhlakul karimah yang universal,” jelasnya dalam sesi diskusi.
Dengan terselenggaranya rapat ini, UNUGIRI menguatkan posisinya sebagai garda terdepan dalam menyebarluaskan Islam wasathiyah (moderat) di tingkat perguruan tinggi. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat kurikulum akademik tetapi juga membentuk lulusan yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dan sikap keberagamaan yang moderat

