{"id":3369,"date":"2026-06-01T01:46:22","date_gmt":"2026-06-01T01:46:22","guid":{"rendered":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369"},"modified":"2026-06-01T01:46:23","modified_gmt":"2026-06-01T01:46:23","slug":"dari-kaca-mata-piaud-pancasila-tidak-boleh-diajarkan-secara-kaku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369","title":{"rendered":"Dari Kaca Mata PIAUD, Pancasila Tidak Boleh Diajarkan Secara Kaku"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-08.22.14-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3370\" srcset=\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-08.22.14-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-08.22.14-300x200.jpeg 300w, https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-08.22.14-768x512.jpeg 768w, https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-08.22.14.jpeg 1536w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Oleh Ahmad Farid Utsman (Dosen mata kuliah Pendidikan Pancasila \/ Kaprodi PIAUD UNUGIRI)<\/p>\n\n\n\n<p>Ada satu kesalahan yang sering berulang dalam dunia pendidikan: kita terlalu sibuk mengajarkan isi, tetapi kurang sungguh-sungguh menanamkan rasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu juga yang kerap terjadi pada Pancasila.<\/p>\n\n\n\n<p>Di banyak ruang pendidikan, Pancasila masih terlalu mudah diperlakukan sebagai hafalan. Anak diminta mengenal lambang, menyebut sila, mengingat urutan, lalu dianggap selesai. Secara administratif, mungkin terlihat berhasil. Tetapi secara pendidikan, belum tentu. Sebab nilai tidak tumbuh dari hafalan semata. Nilai tumbuh dari pengalaman, pembiasaan, keteladanan, dan suasana yang hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, dari kaca mata Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pancasila tidak boleh diajarkan secara kaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa?<\/p>\n\n\n\n<p>Karena anak usia dini bukan miniatur orang dewasa. Mereka tidak belajar dengan pola yang sama seperti mahasiswa atau siswa sekolah menengah. Mereka belajar melalui bermain, meniru, merasakan, mendengar, mengalami, dan mengulang. Dunia mereka adalah dunia yang konkret, hangat, dan dekat dengan keseharian. Maka kalau Pancasila diajarkan terlalu formal, terlalu konseptual, atau terlalu berat, yang masuk ke kepala anak mungkin hanya bunyinya, bukan maknanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal yang dibutuhkan anak bukan pertama-tama kemampuan menyebut lima sila, tetapi kemampuan hidup dalam nilai-nilai lima sila itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Anak usia dini tidak perlu dibebani penjelasan yang rumit tentang kebangsaan. Yang lebih penting, mereka dibimbing untuk mengenal Tuhan, belajar jujur, mau berbagi, tidak mengejek teman, menunggu giliran, menyayangi sesama, dan menghargai perbedaan. Di situlah sebenarnya Pancasila sedang ditanamkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau anak belajar berdoa sebelum makan, itu bukan sekadar rutinitas, tetapi awal dari pengenalan nilai Ketuhanan.<br>Kalau anak dibiasakan meminta maaf dan memaafkan, itu bukan sekadar sopan santun, tetapi latihan kemanusiaan.<br>Kalau anak diajak bermain bersama tanpa membeda-bedakan teman, itu adalah pendidikan persatuan.<br>Kalau anak diberi kesempatan bicara dan didengar, itu adalah pembelajaran musyawarah dalam bentuk paling sederhana.<br>Kalau anak diajarkan berbagi mainan dan berlaku adil, itu adalah keadilan sosial dalam bahasa yang bisa mereka pahami.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu mengapa kita masih suka mengajarkannya dengan cara yang kaku?<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin karena kita sendiri masih terlalu sering memahami pendidikan sebagai penyampaian materi, bukan proses pembentukan manusia. Kita merasa tenang kalau anak bisa menjawab. Padahal belum tentu anak sungguh menghayati. Kita puas jika anak hafal bunyinya. Padahal nilai Pancasila justru gagal jika tidak menjadi watak.<\/p>\n\n\n\n<p>PIAUD memberi pelajaran penting di sini: anak tidak tumbuh dari instruksi, tetapi dari interaksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, Pancasila pada usia dini harus hadir dalam relasi sehari-hari. Guru tidak cukup menjelaskan arti adil, tetapi harus bersikap adil kepada semua anak. Orang tua tidak cukup bicara soal persatuan, tetapi harus menunjukkan sikap yang tidak mudah merendahkan orang lain. Sekolah tidak cukup memasang poster nilai-nilai kebangsaan, tetapi harus membangun budaya yang membuat anak merasa aman, dihargai, dan diterima.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, pada usia dini, Pancasila harus dihidupkan, bukan sekadar diajarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah PIAUD punya posisi yang sangat strategis. Sebagai bidang ilmu, PIAUD tidak hanya berbicara tentang metode mengajar anak, tetapi juga tentang bagaimana menanamkan nilai sejak fase paling awal kehidupan. Dan ini sangat penting, apalagi anak-anak hari ini tumbuh di zaman yang jauh berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita hidup di era digital. Anak semakin cepat mengenal layar, simbol, suara, dan perilaku dari berbagai sumber. Mereka melihat banyak hal bahkan sebelum mampu memahaminya. Tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana anak tahu nilai kebangsaan, tetapi bagaimana nilai itu tetap tumbuh di tengah arus informasi yang begitu cepat dan sering tidak ramah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau Pancasila diajarkan secara kaku di tengah zaman yang cair seperti ini, anak akan merasa ia hanya pelajaran. Padahal seharusnya ia menjadi bagian dari hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, lembaga PAUD dan Program Studi PIAUD perlu mengambil langkah yang lebih cerdas. Pancasila harus diterjemahkan ke dalam model pembelajaran yang ramah anak: lewat cerita, permainan, pembiasaan, proyek sederhana, interaksi sosial, dan keteladanan. Bukan dalam bentuk ceramah panjang atau hafalan yang dipaksakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Guru PAUD juga perlu disiapkan untuk memahami bahwa pendidikan nilai tidak boleh terjebak pada simbol. Anak boleh mengenal lambang Garuda, tetapi yang lebih penting adalah apakah mereka belajar menghormati orang lain. Anak boleh tahu bunyi sila, tetapi yang lebih penting adalah apakah mereka tumbuh menjadi pribadi yang lembut, jujur, dan mau berbagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Di titik inilah Pancasila bertemu dengan ruh pendidikan Islam. Keduanya sama-sama tidak selesai di lidah. Keduanya harus turun ke akhlak. Keduanya harus hidup dalam perbuatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka jika Hari Lahir Pancasila terus kita peringati setiap 1 Juni, seharusnya kita juga terus mengoreksi cara kita mengenalkannya kepada anak. Jangan sampai Pancasila hanya dikenang sebagai teks yang dihafal, tetapi gagal dirasakan sebagai nilai yang menuntun hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari kaca mata PIAUD, Pancasila tidak boleh diajarkan secara kaku karena anak-anak tidak sedang dipersiapkan menjadi penghafal slogan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka sedang dipersiapkan menjadi manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan manusia yang baik tidak dibentuk hanya dengan hafalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia dibentuk dengan nilai yang hidup.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Ahmad Farid Utsman (Dosen mata kuliah Pendidikan Pancasila \/ Kaprodi PIAUD UNUGIRI) Ada satu kesalahan yang sering berulang dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12352,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"blocksy_meta":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dari Kaca Mata PIAUD, Pancasila Tidak Boleh Diajarkan Secara Kaku - Pendidikan Islam Anak Usia Dini<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Kaca Mata PIAUD, Pancasila Tidak Boleh Diajarkan Secara Kaku - Pendidikan Islam Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh Ahmad Farid Utsman (Dosen mata kuliah Pendidikan Pancasila \/ Kaprodi PIAUD UNUGIRI) Ada satu kesalahan yang sering berulang dalam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pendidikan Islam Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-01T01:46:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-01T01:46:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-08.22.14-1024x683.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"athiatulmaula\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"athiatulmaula\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369\"},\"author\":{\"name\":\"athiatulmaula\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/person\/a9431f27547bc0b8a5172f2e19090665\"},\"headline\":\"Dari Kaca Mata PIAUD, Pancasila Tidak Boleh Diajarkan Secara Kaku\",\"datePublished\":\"2026-06-01T01:46:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-01T01:46:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369\"},\"wordCount\":765,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"kolom\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369\",\"url\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369\",\"name\":\"Dari Kaca Mata PIAUD, Pancasila Tidak Boleh Diajarkan Secara Kaku - Pendidikan Islam Anak Usia Dini\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-06-01T01:46:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-01T01:46:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Kaca Mata PIAUD, Pancasila Tidak Boleh Diajarkan Secara Kaku\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/\",\"name\":\"Pendidikan Islam Anak Usia Dini\",\"description\":\"UNUGIRI Bojonegoro\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#organization\",\"name\":\"Pendidikan Islam Anak Usia Dini\",\"url\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2021\/06\/PIAUD-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2021\/06\/PIAUD-2.png\",\"width\":5216,\"height\":1672,\"caption\":\"Pendidikan Islam Anak Usia Dini\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/person\/a9431f27547bc0b8a5172f2e19090665\",\"name\":\"athiatulmaula\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3e9501625b921ce9b29804515c561e2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3e9501625b921ce9b29804515c561e2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"athiatulmaula\"},\"url\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?author=12352\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Kaca Mata PIAUD, Pancasila Tidak Boleh Diajarkan Secara Kaku - Pendidikan Islam Anak Usia Dini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari Kaca Mata PIAUD, Pancasila Tidak Boleh Diajarkan Secara Kaku - Pendidikan Islam Anak Usia Dini","og_description":"Oleh Ahmad Farid Utsman (Dosen mata kuliah Pendidikan Pancasila \/ Kaprodi PIAUD UNUGIRI) Ada satu kesalahan yang sering berulang dalam [&hellip;]","og_url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369","og_site_name":"Pendidikan Islam Anak Usia Dini","article_published_time":"2026-06-01T01:46:22+00:00","article_modified_time":"2026-06-01T01:46:23+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-08.22.14-1024x683.jpeg"}],"author":"athiatulmaula","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"athiatulmaula","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369"},"author":{"name":"athiatulmaula","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/person\/a9431f27547bc0b8a5172f2e19090665"},"headline":"Dari Kaca Mata PIAUD, Pancasila Tidak Boleh Diajarkan Secara Kaku","datePublished":"2026-06-01T01:46:22+00:00","dateModified":"2026-06-01T01:46:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369"},"wordCount":765,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#organization"},"articleSection":["kolom"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369","url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369","name":"Dari Kaca Mata PIAUD, Pancasila Tidak Boleh Diajarkan Secara Kaku - Pendidikan Islam Anak Usia Dini","isPartOf":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#website"},"datePublished":"2026-06-01T01:46:22+00:00","dateModified":"2026-06-01T01:46:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3369#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Kaca Mata PIAUD, Pancasila Tidak Boleh Diajarkan Secara Kaku"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#website","url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/","name":"Pendidikan Islam Anak Usia Dini","description":"UNUGIRI Bojonegoro","publisher":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#organization","name":"Pendidikan Islam Anak Usia Dini","url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2021\/06\/PIAUD-2.png","contentUrl":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2021\/06\/PIAUD-2.png","width":5216,"height":1672,"caption":"Pendidikan Islam Anak Usia Dini"},"image":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/person\/a9431f27547bc0b8a5172f2e19090665","name":"athiatulmaula","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3e9501625b921ce9b29804515c561e2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3e9501625b921ce9b29804515c561e2?s=96&d=mm&r=g","caption":"athiatulmaula"},"url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?author=12352"}]}},"brizy_media":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3369"}],"collection":[{"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/12352"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3369"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3371,"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3369\/revisions\/3371"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}