{"id":3086,"date":"2026-04-21T00:30:59","date_gmt":"2026-04-21T00:30:59","guid":{"rendered":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086"},"modified":"2026-04-21T00:31:28","modified_gmt":"2026-04-21T00:31:28","slug":"kartini-tak-pernah-pensiun-membaca-hari-kartini-dari-kaca-mata-piaud","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086","title":{"rendered":"Kartini Tak Pernah Pensiun: Membaca Hari Kartini dari Kaca Mata PIAUD"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh: Ahmad Farid Utsman (Kaprodi PIAUD Fakultas Tarbiyah UNUGIRI)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"819\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/04\/1001107166-819x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3087\" srcset=\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/04\/1001107166-819x1024.jpg 819w, https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/04\/1001107166-240x300.jpg 240w, https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/04\/1001107166-768x960.jpg 768w, https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/04\/1001107166.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 819px) 100vw, 819px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Setiap tahun, Hari Kartini datang dengan cara yang nyaris sama: kebaya dipakai, lomba digelar, foto diunggah, lalu selesai. Kita merayakan Kartini seperti mengenang album lama. Indah, tetapi kadang terlalu cepat ditutup.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal Kartini tidak pernah benar-benar selesai. Ia bukan tokoh yang cukup dipajang dalam bingkai seremoni. Kartini adalah pertanyaan yang terus hidup: sudahkah perempuan diberi ruang untuk tumbuh, berpikir, belajar, dan memimpin sejak usia paling dini? Di titik inilah, PIAUD punya cara pandang yang khas dan penting.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi dunia Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Hari Kartini bukan semata soal emansipasi dalam makna besar yang rumit. Ia justru berangkat dari hal yang paling dasar: bagaimana anak perempuan dipandang, didengar, dan diperlakukan sejak kecil. Sebab ketimpangan tidak selalu lahir ketika seseorang dewasa. Ia sering tumbuh diam-diam sejak masa kanak-kanak, dari kalimat-kalimat kecil yang dianggap biasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Anak laki-laki diminta berani, anak perempuan diminta rapi. Anak laki-laki didorong memimpin, anak perempuan dibiasakan manut. Anak laki-laki boleh aktif dan lantang, anak perempuan sering dipuji ketika kalem dan tidak banyak menuntut. Kalimat-kalimat seperti ini tampak sepele, tetapi justru di situlah masa depan sedang dibentuk.<\/p>\n\n\n\n<p>PIAUD mengajarkan kita satu hal penting: usia dini bukan sekadar fase bermain, melainkan fase pembentukan cara pandang. Di ruang kelas PAUD, di rumah, di lingkungan sekitar, anak-anak sedang belajar tentang siapa dirinya dan apa yang boleh ia cita-citakan. Jika sejak awal anak perempuan dibatasi oleh stereotip, maka kita sedang mewariskan pagar bahkan sebelum ia sempat berlari.<\/p>\n\n\n\n<p>Kartini, dalam teropong PIAUD, bukan hanya simbol perempuan terdidik. Ia adalah inspirasi tentang pentingnya pendidikan yang memerdekakan sejak dini. Pendidikan yang tidak membedakan mimpi anak berdasarkan jenis kelamin. Pendidikan yang tidak menjadikan perempuan kecil hanya sibuk menjadi \u201cmanis\u201d, tetapi juga berani menjadi cerdas, percaya diri, kreatif, dan punya suara.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah peran pendidik anak usia dini menjadi sangat strategis. Guru PAUD bukan sekadar pengajar lagu, pengatur barisan, atau pendamping bermain. Guru PAUD adalah penenun nilai. Dari tangannya, anak-anak belajar tentang rasa hormat, keadilan, empati, keberanian, dan kesempatan yang setara. Seorang guru PAUD bisa menanamkan benih Kartini tanpa harus selalu menyebut nama Kartini.<\/p>\n\n\n\n<p>Caranya sederhana, tetapi dampaknya besar. Memberi kesempatan yang sama kepada anak laki-laki dan perempuan untuk tampil di depan kelas. Menghindari label yang membatasi. Menyediakan permainan yang tidak dikotak-kotakkan. Membiasakan dialog yang menghargai pendapat anak. Mengajarkan bahwa kepemimpinan, kecerdasan, kelembutan, dan keberanian bukan milik satu gender saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai program studi, PIAUD juga punya tanggung jawab moral dan akademik untuk membaca Kartini lebih jauh dari sekadar simbol. Mahasiswa PIAUD harus dibekali kesadaran bahwa pendidikan anak usia dini adalah ruang strategis membangun peradaban yang lebih adil. Di tangan calon guru PAUD, masa depan anak-anak tidak hanya dibentuk secara kognitif, tetapi juga secara sosial, emosional, spiritual, dan kultural.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, memperingati Hari Kartini dari kaca mata PIAUD seharusnya membuat kita bertanya lebih dalam: apakah ruang belajar kita sudah ramah bagi tumbuhnya kepercayaan diri anak perempuan? Apakah materi dan praktik pembelajaran kita sudah bebas dari bias? Apakah kita sudah mendidik anak untuk saling menghargai, bukan saling membatasi?<\/p>\n\n\n\n<p>Kartini tidak membutuhkan pujian yang berlebihan. Ia membutuhkan penerus yang bekerja diam-diam tetapi sungguh-sungguh. Dan pekerjaan itu, salah satunya, ada di ruang-ruang PAUD. Di sana, masa depan bangsa sedang belajar memegang pensil, menyebut warna, berbagi mainan, dan diam-diam juga sedang belajar tentang keadilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka Hari Kartini tidak cukup diperingati dengan pakaian terbaik. Ia lebih pantas dirayakan dengan ikhtiar terbaik: menghadirkan pendidikan anak usia dini yang memerdekakan, memanusiakan, dan memberi ruang setara bagi setiap anak untuk bertumbuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab Kartini sejatinya tidak pernah pensiun. Ia hidup dalam setiap kelas yang menghormati potensi anak perempuan. Ia hadir dalam setiap guru yang menolak bias. Ia tumbuh dalam setiap lembaga pendidikan yang percaya bahwa perempuan kecil hari ini berhak menjadi pemimpin besar esok hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ahmad Farid Utsman (Kaprodi PIAUD Fakultas Tarbiyah UNUGIRI) Setiap tahun, Hari Kartini datang dengan cara yang nyaris sama: kebaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12349,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"blocksy_meta":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kartini Tak Pernah Pensiun: Membaca Hari Kartini dari Kaca Mata PIAUD - Pendidikan Islam Anak Usia Dini<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kartini Tak Pernah Pensiun: Membaca Hari Kartini dari Kaca Mata PIAUD - Pendidikan Islam Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Ahmad Farid Utsman (Kaprodi PIAUD Fakultas Tarbiyah UNUGIRI) Setiap tahun, Hari Kartini datang dengan cara yang nyaris sama: kebaya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pendidikan Islam Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-21T00:30:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-21T00:31:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/04\/1001107166-819x1024.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admiinmhs\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admiinmhs\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086\"},\"author\":{\"name\":\"admiinmhs\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/person\/7f13c13f05718409aca63cbe2223668e\"},\"headline\":\"Kartini Tak Pernah Pensiun: Membaca Hari Kartini dari Kaca Mata PIAUD\",\"datePublished\":\"2026-04-21T00:30:59+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-21T00:31:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086\"},\"wordCount\":627,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"kolom\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086\",\"url\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086\",\"name\":\"Kartini Tak Pernah Pensiun: Membaca Hari Kartini dari Kaca Mata PIAUD - Pendidikan Islam Anak Usia Dini\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-04-21T00:30:59+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-21T00:31:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kartini Tak Pernah Pensiun: Membaca Hari Kartini dari Kaca Mata PIAUD\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/\",\"name\":\"Pendidikan Islam Anak Usia Dini\",\"description\":\"UNUGIRI Bojonegoro\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#organization\",\"name\":\"Pendidikan Islam Anak Usia Dini\",\"url\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2021\/06\/PIAUD-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2021\/06\/PIAUD-2.png\",\"width\":5216,\"height\":1672,\"caption\":\"Pendidikan Islam Anak Usia Dini\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/person\/7f13c13f05718409aca63cbe2223668e\",\"name\":\"admiinmhs\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3d219a592eb992b69943d33a33464ba?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3d219a592eb992b69943d33a33464ba?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admiinmhs\"},\"url\":\"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?author=12349\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kartini Tak Pernah Pensiun: Membaca Hari Kartini dari Kaca Mata PIAUD - Pendidikan Islam Anak Usia Dini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kartini Tak Pernah Pensiun: Membaca Hari Kartini dari Kaca Mata PIAUD - Pendidikan Islam Anak Usia Dini","og_description":"Oleh: Ahmad Farid Utsman (Kaprodi PIAUD Fakultas Tarbiyah UNUGIRI) Setiap tahun, Hari Kartini datang dengan cara yang nyaris sama: kebaya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086","og_site_name":"Pendidikan Islam Anak Usia Dini","article_published_time":"2026-04-21T00:30:59+00:00","article_modified_time":"2026-04-21T00:31:28+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/04\/1001107166-819x1024.jpg"}],"author":"admiinmhs","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admiinmhs","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086"},"author":{"name":"admiinmhs","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/person\/7f13c13f05718409aca63cbe2223668e"},"headline":"Kartini Tak Pernah Pensiun: Membaca Hari Kartini dari Kaca Mata PIAUD","datePublished":"2026-04-21T00:30:59+00:00","dateModified":"2026-04-21T00:31:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086"},"wordCount":627,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#organization"},"articleSection":["kolom"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086","url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086","name":"Kartini Tak Pernah Pensiun: Membaca Hari Kartini dari Kaca Mata PIAUD - Pendidikan Islam Anak Usia Dini","isPartOf":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#website"},"datePublished":"2026-04-21T00:30:59+00:00","dateModified":"2026-04-21T00:31:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?p=3086#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kartini Tak Pernah Pensiun: Membaca Hari Kartini dari Kaca Mata PIAUD"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#website","url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/","name":"Pendidikan Islam Anak Usia Dini","description":"UNUGIRI Bojonegoro","publisher":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#organization","name":"Pendidikan Islam Anak Usia Dini","url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2021\/06\/PIAUD-2.png","contentUrl":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2021\/06\/PIAUD-2.png","width":5216,"height":1672,"caption":"Pendidikan Islam Anak Usia Dini"},"image":{"@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/person\/7f13c13f05718409aca63cbe2223668e","name":"admiinmhs","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3d219a592eb992b69943d33a33464ba?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3d219a592eb992b69943d33a33464ba?s=96&d=mm&r=g","caption":"admiinmhs"},"url":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/?author=12349"}]}},"brizy_media":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3086"}],"collection":[{"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/12349"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3086"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3086\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3088,"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3086\/revisions\/3088"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3086"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3086"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/piaud.unugiri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3086"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}