Site icon Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Menapaki Jejak Para Pendiri, Kelompok 2 AM PIAUD UNUGIRI bersama Yayasan Salafiyah Prambontergayang Gelar Ziarah Kubra Menyambut Ramadhan

PRAMBONTERGAYANG – Ratusan insan pendidikan Yayasan Salafiyah Prambontergayang larut dalam suasana religius yang khidmat pada Kamis (12/2/2026). Bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, ziarah kubra ke makam para pendiri dan masyayikh (sesepuh) yayasan ini menjadi puncak penyucian jiwa, menggelorakan kembali semangat perjuangan para pendahulu, sekaligus menjadi ritual wajib dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H.

Sejak pagi, kompleks pemakaman keluarga besar Yayasan Salafiah dipenuhi oleh ribuan peziarah. Mereka datang dari berbagai elemen, mulai dari peserta didik terkecil dari Kelompok Bermain (KB) dan Raudlatul Athfal (RA), hingga para santri Madrasah Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), serta seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan. Suasana semakin semarak dengan kehadiran mahasiswa Fakultas Tarbiyah Program Studi PIAUD UNUGIRI, khususnya Kelompok 2 Asistensi Mengajar, yang turut merasakan langsung denyut spiritualitas di lingkungan pendidikan berbasis pesantren.

Dipimpin langsung oleh salah satu masyayikh yayasan, rangkaian ziarah diawali dengan pembacaan tawasul, lantunan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, dan doa bersama yang menggetarkan hati. Para peserta dengan khusyuk mengamini setiap untaian doa yang dipanjatkan, sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga atas jasa para pendiri yang telah merintis dan mewariskan lembaga pendidikan yang hingga kini terus berkhidmat bagi umat.

Spiritualitas Anak Usia Dini dan Kolaborasi Akademis yang Apik

Yang menarik perhatian, kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk orang dewasa. Untuk anak-anak usia dini, ziarah menjadi wahana pembelajaran langsung (live-in learning) yang paling berkesan. Dengan pendampingan intensif dari para guru dan mahasiswa PIAUD UNUGIRI, anak-anak diperkenalkan pada nilai-nilai akhlakul karimah, adab menghormati guru dan ulama, serta memahami bahwa ziarah adalah cara terbaik untuk mendoakan dan mengenang perjuangan para pendahulu.

Kehadiran mahasiswa Asistensi Mengajar Prodi PIAUD UNUGIRI dalam kegiatan ini pun mendapat sorotan khusus. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 2, Bapak Ahmad Farid Utsman, M.Pd.I, memberikan apresiasi setinggi-tingginya.

“Kegiatan ini adalah laboratorium kehidupan yang sesungguhnya bagi para mahasiswa. Teori tentang pendidikan Islam anak usia dini yang mereka peroleh di kampus, hari ini mereka praktikkan secara langsung. Mereka belajar bagaimana mengelola emosi, mengajarkan adab, dan menanamkan nilai-nilai spiritual kepada anak-anak dalam konteks nyata. Ini adalah pengalaman emas yang tidak akan mereka dapatkan di bangku kuliah. Kolaborasi antara UNUGIRI dan Yayasan Salafiyah ini sangat strategis dalam melahirkan guru PAUD yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai tradisi dan spiritualitas,” ujar Bapak Ahmad Farid Utsman.

Bukan Sekadar Ziarah, Tapi Penguatan Karakter dan Spirit Ramadhan

Ketua Yayasan Salafiyah Prambontergayang dalam sambutannya menegaskan bahwa tradisi tahunan ini bukan sekadar ritual belaka. “Kami ingin seluruh civitas akademika, dari anak usia dini hingga para guru, menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan semangat yang terbarukan. Dengan berziarah, kita diingatkan tentang perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian para masyayikh. Semangat itulah yang harus kita bawa dalam menuntut ilmu dan meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci nanti,” tegasnya.

Ziarah kubra Yayasan Salafiyah Prambontergayang tahun ini sukses menjadi momentum refleksi spiritual kolektif. Semoga semangat perjuangan para pendahulu terus mengalir dalam dada generasi penerus, menjadi inspirasi tak terbatas dalam mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara, serta menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih siap dan penuh keberkahan.

Exit mobile version