Site icon Pendidikan Islam Anak Usia Dini

CATATAN PENGHUJUNG 2025: Menjaga Mutu, Memperluas Jejaring, Menguatkan Identitas PIAUD UNUGIRI

Oleh: Ahmad Farid Utsman

Menutup tahun 2025, Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UNUGIRI patut bersyukur atas sejumlah ikhtiar yang Allah mudahkan. Tahun ini memberi pelajaran penting: capaian institusi bukan semata hasil kerja individu, melainkan buah dari budaya kolektif—budaya mutu, budaya kolaborasi, dan budaya khidmah. Namun, rasa syukur tidak boleh menutup mata dari pekerjaan rumah yang masih memerlukan pembenahan serius. Catatan akhir tahun ini saya susun bukan untuk merayakan diri, melainkan sebagai refleksi agar langkah 2026 lebih terarah.

Menegaskan Arah: PIAUD yang Berjejaring dan Bertumbuh

Di sepanjang 2025, kita belajar bahwa jejaring bukan sekadar “tanda tangan kerja sama”, tetapi investasi ekosistem. Salah satu tonggak penting tahun ini adalah terbangunnya kerja sama internasional Prodi PIAUD UNUGIRI dengan Kolej Dar al-Hikmah, Selangor, Malaysia, yang membuka ruang kolaborasi praktik mengajar mahasiswa dan penguatan kapasitas SDM melalui program kelas internasional. Bagi saya, ini bukan hanya capaian administratif, melainkan sinyal bahwa PIAUD UNUGIRI memiliki peluang tampil dalam percakapan global tentang pendidikan anak usia dini berbasis Islam.

Pada saat yang sama, penguatan mutu penelitian juga memperoleh pengakuan eksternal. Prodi PIAUD UNUGIRI menerima PPIAUD Indonesia Award sebagai “Prodi Teladan Mutu Kategori Penelitian” pada forum RAT V PPIAUD Indonesia di Jakarta. Penghargaan ini penting, tetapi ia juga membawa konsekuensi: mutu penelitian harus dibuktikan secara konsisten, bukan insidental.

Merawat Budaya Akademik: Lulus Tepat, Berkarya Tepat

Tahun 2025 juga mencatat momen akademik yang membanggakan. Prodi PIAUD UNUGIRI mengukuhkan 86 sarjana baru pada yudisium 20 Agustus 2025, sekaligus memberi apresiasi terhadap capaian akademik dan riset mahasiswa—termasuk penghargaan “Peneliti Terbaik” untuk penelitian bertema edukasi mitigasi bencana melalui video animasi pada anak usia 5–6 tahun. Bagi Prodi PIAUD, isu mitigasi bencana bukan tema pinggiran; ia relevan dengan mandat PAUD hari ini—mendidik anak agar tangguh, aman, dan adaptif dalam konteks lingkungan nyata.

Dari sisi publikasi dan karya, capaian dosen juga menunjukkan tanda baik. Salah satu yang menonjol adalah penghargaan untuk Endang Puspitasari, S.Pd., M.Pd. sebagai Dosen dengan Karya Buku Terbaik pada ajang Reward Publikasi dan Kegiatan Ilmiah UNUGIRI 2025. Ini menguatkan pesan bahwa identitas akademik Prodi harus bertumpu pada karya: menulis, meneliti, mempublikasikan, dan membumikan hasilnya ke ruang belajar anak.

Menguatkan Kaderisasi: Mahasiswa Kreatif, Organisasi Produktif

Di ranah kemahasiswaan, 2025 menunjukkan upaya membangun ekosistem kreatif. Latihan mendongeng yang menjadi embrio “Sanggar Hikayat Giri” menandai kesadaran baru: calon pendidik PAUD tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga perlu keterampilan performatif—bertutur, bercerita, dan menghidupkan imajinasi anak. Pelatihan dasar tari anak dan catwalk pun memperkuat orientasi yang sama: mahasiswa PAUD harus dilatih percaya diri, ekspresif, dan terampil mengelola seni sebagai media pembelajaran. Kelembagaan mahasiswa juga berjalan melalui pelantikan pengurus HMPS PIAUD periode 2025–2026, yang diharapkan melahirkan program inovatif dan berdampak. Lebih jauh, Prodi juga mencatat pengakuan institusi sebagai “Program Studi Terbaik II” dalam dukungan kesuksesan PMB UNUGIRI TA 2025/2026. Ini harus dibaca sebagai amanah: kepercayaan publik wajib dijawab dengan layanan akademik yang semakin berkualitas.

Infrastruktur Mutu: Publikasi Digital dan Tata Kelola Informasi

Salah satu langkah yang sering terlihat “kecil”, namun menentukan, adalah penguatan tata kelola informasi. Pelatihan pengelolaan website yang melibatkan tim media mahasiswa, dosen, Kaprodi, dan Tim IT UNUGIRI menjadi sinyal bahwa Prodi serius membangun visibilitas dan akuntabilitas publik melalui kanal digital. Pada titik ini, saya menilai website Prodi bukan hanya etalase berita; ia adalah wajah mutu, arsip institusi, sekaligus alat ukur konsistensi kerja akademik.

Catatan Kritis: Capaian Ada, Tetapi Konsistensi Harus Diperketat

Di penghujung tahun, ada beberapa catatan yang perlu disampaikan dengan jujur:

  1. Kerja sama harus naik kelas dari “event-based” menjadi “outcome-based”.
    MoU dan kolaborasi harus diterjemahkan menjadi luaran terukur: program pertukaran praktik mengajar, kelas tamu internasional, publikasi bersama, atau produk kurikulum.
  2. Mutu penelitian harus dipetakan per dosen dan per tema unggulan Prodi.
    Penghargaan penelitian nasional adalah pemantik, tetapi yang lebih penting: roadmap riset yang disiplin, klaster riset Prodi, dan target publikasi yang realistis namun konsisten.
  3. Kreativitas mahasiswa perlu “diikat” dengan kurikulum dan portofolio kompetensi.
    Sanggar, pelatihan, dan kegiatan kreatif akan berdampak lebih kuat bila ditautkan ke CPL/CPMK, micro-credential, atau portofolio MBKM internal—agar setiap aktivitas menjadi bukti kompetensi, bukan sekadar kegiatan seremonial.
  4. Budaya dokumentasi dan publikasi harus menjadi disiplin organisasi.
    Website sudah mulai dikelola lebih profesional, tetapi tantangan kita adalah ritme publikasi yang konsisten, standar penulisan yang seragam, serta data kegiatan yang rapi untuk kepentingan akreditasi, audit mutu, dan reputasi prodi.

Penutup: Dari Syukur Menuju Perbaikan

Tahun 2025 memberi kita pelajaran bahwa PIAUD tidak boleh berhenti pada slogan “unggul dan berakhlak”, tetapi harus mempraktikkannya dalam kerja sehari-hari: layanan akademik yang tertib, riset yang berkelanjutan, pengabdian yang relevan, dan kaderisasi mahasiswa yang kuat. Kita ingin melahirkan pendidik PAUD Islam yang bukan hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu menjadi teladan adab, penggerak literasi, dan pembangun ekosistem belajar anak.

Semoga 2026 menjadi tahun konsolidasi: menajamkan identitas keilmuan PIAUD, memperkuat budaya mutu, dan memperluas dampak nyata Prodi bagi masyarakat.

Ahmad Farid Utsman
Ketua Program Studi PIAUD UNUGIRI
(ditulis untuk rubrik Kolom, penghujung 2025)

Exit mobile version