Site icon Pendidikan Islam Anak Usia Dini

UNUGIRI Gelar Asesmen Calon Mahasiswa Baru Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Prodi PIAUD

BOJONEGORO – Guna memberikan kesempatan yang adil dan mengakui pengalaman yang telah dimiliki calon mahasiswa, Program Studi (Prodi) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) menyelenggarakan Asesmen Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kegiatan berlangsung pada Selasa (2/9/2025) di Ruang Microteaching, Gedung Fakultas Tarbiyah Lantai 1.

Asesmen ini secara khusus ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki pengalaman kerja atau praktik signifikan di bidang pendidikan anak usia dini, namun belum memiliki kualifikasi formal yang setara. Melalui RPL, pengalaman mereka dapat diakui dan dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS), sehingga dapat mempercepat masa studi.

Proses asesmen dipimpin langsung oleh Kaprodi PIAUD, Ahmad Farid Utsman, M.Pd.I, didampingi oleh Sekprodi PIAUD, Siti Labiba Kusna, M.Pd. Keduanya bertindak sebagai assessor yang mengevaluasi seluruh kompetensi yang dimiliki oleh peserta asesmen.

“RPL ini adalah bentuk komitmen kami untuk merangkul para praktisi PAUD, seperti guru TK/RA, pengelola PAUD, atau bahkan ibu rumah tangga yang aktif mengelola TPA, yang selama ini telah berkontribusi nyata tetapi belum memiliki ijazah S1,” ujar Farid Utsman usai memimpin jalannya asesmen.

“Mereka memiliki ‘ilmu nyata’ dari lapangan. Melalui RPL, kami validasi dan beri pengakuan agar mereka tidak perlu mulai dari nol lagi,” tambahnya.

Proses Asesmen Komprehensif

Siti Labiba Kusna, M.Pd., menjelaskan bahwa asesmen RPL dirancang secara komprehensif untuk mengukur capaian pembelajaran calon mahasiswa, yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

“Metode asesorinya beragam, mulai dari wawancara mendalam, portofolio pengalaman kerja, presentasi, hingga simulasi mengajar singkat di ruang microteaching ini. Tujuannya untuk benar-benar mendapatkan gambaran utuh kompetensi yang mereka kuasai,” papar Labiba.

Dia menekankan bahwa proses ini tidak sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah strategis untuk menjaga mutu lulusan Prodi PIAUD UNUGIRI. “Kami ingin memastikan bahwa pengakuan SKS yang diberikan benar-benetap sepadan dengan kompetensi yang dimiliki.”

Apresiasi dari Peserta

Salah seorang peserta asesmen, Siti Aminah (38), seorang guru TK dengan pengalaman 15 tahun, mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya program RPL ini.

“Selama ini saya merasa terkendala karena secara administratif ijazah S1 menjadi syarat untuk perkembangan karir. Dengan adanya RPL, pengalaman panjang saya tidak sia-sia dan bisa diperhitungkan. Proses asesmennya juga sangat fair dan membuat saya merasa dihargai,” tuturnya.

Dengan diselenggarakannya RPL ini, Prodi PIAUD Fakultas Tarbiyah UNUGIRI berharap dapat menarik lebih banyak calon mahasiswa berkualitas yang telah memiliki dasar pengalaman praktis yang kuat, sehingga pada akhirnya dapat mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori tetapi juga kaya akan pengalaman lapangan.

Exit mobile version